Jumat, 05 September 2014

MATERI PRESENTASI KELAS XI IIS

TOPIK DAN GARIS BESAR ISI MATERI
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING
KELAS XI IIS
SMA NEGERI 2 TUBAN
No
Materi
Standar Kompetensi  yang dikembangkan
Garis Besar Isi Materi
a.       Sholat sebagai tiang agama

b.      Doa adalah senjata umat islam”
·   Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama

·   Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi.


·   Sebuah kajian yang membahasa urgensi dan makna sholat dalam kehidupan. Konselor (guru agama sebagai dukungan sistem) menjelaskan bahwa sholat merupakan tiang agama. Selain itu juga merupakan amalan pertama yang akan dihisab oleh Alloh SWT. Juga membahas tentang urgensi doa sebagai senjata serta sumsum ibadah bagi seorang muslim.
a.       Jujur

b.      Ketertiban dan Kepatuhan
·   Menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan

·   Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-aspek etis.
·   Sebuah pembahasan mengenai fenomena-fenomena permasalahan yang muncul yang melibatkan sikap jujur. Juga penyadaran secara kolektif terhadap beberapa tindak pelanggaran.
·     Cita-Cita Sesuai dengan Jenis Kelamin
·   Menghargai keragaman peran laki-laki atau perempuan sebagai aset koloborasi dan keharmonisan hidup,
·   Berkolaborasi secara harmonis dengan lain jenis dalam keragaman peran,
·   Sebuah kajian berupa wawasan umum terkait kesesuaian minat karir antara laki-laki dan perempuan  sebagai aset dalam mewujudkan aktualisasi diri. Atau penjurusan di kelas XI.
·     Membina Keluarga
·   Mengekspresikan keinginannya untuk mempelajari lebih intensif tentang norma pernikahan dan berkeluarga.
·   Sebuah materi yang menyajikan sekilas tentang membina keluarga juga merupakan persiapan awal yang harus diperoleh siswa sebelum menikah pasca lulus SMA.
·     Tanggung Jawab atas Tindakan Pribadi : “Berani Berbuat Berani   Bertanggung Jawab”
·   Menyadari nilai- nilai persahabatan dan keharmonisan dalam konteks keragaman interaksi sosial

·   Berinteraksi dengan orang lain atas dasar kesamaan (equality). 
·   Sebuah kajian untuk mengembangkan rasa tanggung jawab sehingga akan menimbulkan bentuk penerimaan terhadap apa yang telah terjadi.
·     Pengendalian Emosi
·   Mengekspresikan perasaan dalam cara-cara yang bebas, terbuka dan tidak menimbulkan konflik.
·   Sebuah kajian mengenai beberapa cara menyelesaikan masalah tanpa masalah.
·     Pengembangan Pribadi
·   Menerima keunikan diri dengan segala kelebihan dan kekuarangannya,
·   Menampilkan keunikan diri secara harmonis dalam keragaman.
·   Sebuah materi yang menyajikan beberapa figur-figur orang sukses-terkenal dengan segala keterbatasan yang  kemudian siswa dapat mengambil hikmah dari materi yang disampaikan.



·     Sikap Hemat dan Menabung
·   Menampilkan hidup hemat, ulet, sungguh-sungguh dan kompetitif atas dasar kesadaran sendiri.
·   Suatu kajian mengenai urgensi sikap hemat dalam kehidupan sehari-hari.
·     Kemampuan Hubungan Sosial (public relations)
·   Mempererat jalinan persahabatan yang lebih akrab dengan memperhatikan norma yang berlaku
·   Sebuah materi yang dapat menumbuhkan sikap percaya diri siswa untuk melakukan hubungan sosial bersama siswa lain.

Keterkaitan IQ, EQ, PQ, dan SQ

MATERI BIMBINGAN KONSELING
MASUK KELAS XI IIS
SMA NEGERI 2 TUBAN
Oleh: Joko Sutopo, S.Pd.

Keterkaitan IQ, EQ, PQ, dan SQ
Kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan fisik, kecerdasan spiritual merupakan elemen dari kesuksesan manusia jika ditunjang dengan kemampuan komunikasi yang maksimal.
Kecerdasan intelegensi berhubungan dengan pikiran, kecerdasan spiritual berhubungan dengan semangat hidup, kecerdasan emosi berhubungan dengan hati, kecerdasan fisik berhubungan dengan tubuh.
IQ akan mengatur kecerdasan intelektual dan membantu berpikir, menetapkan rencana masa depan dan kreatifitas. SQ mengatur kemampuan spiritual dan mempengaruhi keinginan. EQ mengatur kecerdasan emosi untuk memperlakukan orang lain dengan baik, adil, dan penus perasaan. PQ mengatur kecerdasan fisik untuk melakukan kegiatan yang efektif. Keempat kecerdasan tersebut akan menjadikan kita orang yang sukses jika kita dapat mengkombinasikannya dengan baik.

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Kecerdasan Spiritual adalah suatu kecerdasan manusia yang paling tinggi yang memadukan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.
Pokok-pokok kecerdasan spiritual :
  1. Kemampuan seseorang untuk menghayati keberadaan Tuhan atas segala apa yang ada dalam diri kita
  2. Kemampuan memahami hakikat diri secara utuh
  3. Kemampuan untuk memahami hakikat dibalik realitas
  4. Kemampuan memberi makna terhadap pengalaman hidup
  5. Kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah
  6. Kemampuan memaknai bahwa kehadiran kita mampu membuat orang lain merasa dihargai dan mempunyai pengharapan
Cara menumbuhkembangkan Kecerdasan Spiritual (SQ) :
  1. Berdoa
  2. Meditasi
  3. Merenung
  4. Membaca buku
  5. Menulis buku
  6. Mengobrol dengan orang lain
  7. Memberikan pelayanan pada orang yang membutuhkan
KECERDASAN FISIK (PQ)
Kecerdasan fisik adalah kecerdasan yang menyangkut kekuatan dan kebugaran otot sekaligus kekuatan dan kebugaran otak dan mental.
Hal-hal yang perlu diperhatikan agar seseorang mempunyai kecerdasan fisik :
  1. Waktu istirahat
  2. Kemampuan merawat diri
Cara merawat diri agar tubuh tetap sehat :
  1. Makan makanan yang sehat dan bergizi
  2. Minum minuman yang sehat, segar, dan bebas alkohol
  3. Tidur yang cukup
  4. Berolahraga teratur
  5. Mandi teratur
  6. Tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang
  7. Tidak merokok

KECERDASAN EMOSIONAL (EQ)
Kecerdasan emosianal merupakan kecerdasan yang tumbuh, dapat dipupuk, dipelajari melalui belajar, direspon melalui pengalaman hidup sejak seseorang lahir hingga ia meninggal.
Faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mempunyai EQ yang tinggi :
  1. Kemampuan memahami / mengenali emosi diri
  2. Kemampuan mengelola emosi
  3. Kemampuan memotivasi diri
  4. Kemampuan mengenal emosi orang lain
  5. Kemampuan untuk membina hubungan
Ciri-ciri seseorang yang mempunyai emosi tidak cerdas :
  1. Bersifat agresif
  2. Cenderung berpikir negatif
  3. Malas dan lebih suka melakukan kegiatan untuk menyenangkan diri secara berlebihan
  4. Lebih mementingkan diri sendiri
  5. Tidak mampu menentukan tujuan
  6. Cepat cemas dan depresi
  7. Menarik diri dari pergaulan
  8. Suka memanfaatkan kemampuan orang lain
  9. Tidak sopan
  10. Kurang percaya diri


KECERDASAN OTAK / INTELEKTUAL (IQ)

Kecerdasan Otak / intelektual adalah daya nalar dan logika seseorang yang berupa kemampuan untuk mempelajari ketrampilan baru, menganalisis, dan lain-lain. IQ seseorang dapat diketahui melalui tes kecerdasan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sukses tidaknya seseorang yang memiliki tes IQ dengan nilai tinggi :
  1. Faktor Internal
    1. Rasa malas
    2. Kemauan untuk berlatih
  2.  Faktor Eksternal
    1. Sarana dan prasarana
    2. Kesempatan
    3. Media Elektronik



“Tuhan itu tidak menciptakan orang bodoh”

Jumat, 03 Agustus 2012

BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN


JOKO SUTOPO, S.Pd.

I. PENGERTIAN dan PRINSIP BELAJAR

A. Pengertian Belajar
Belajar adalah  proses perubahan  tingkah laku yang dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik, misalnya : dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari belum dapat melakukan sesuatu menjadi dapat melakukan sesuatu dan lain sebagainya.
Perubahan tersebut merupakan perubahan yang timbul karena adanya pengalaman dan latihan. Jadi belajar bukanlah suatu hasil, akan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan dalam rangka memenuhi kebutuhan menuntut ilmu.
Proses belajar adalah mengalami, berbuat  mereaksi dan melampaui  (under   going). Disengaja, bahwa proses belajar timbul karena ada suatu niatan

B. Prinsip Belajar
Landasan utama dalam mencapai keberhasilan belajar adalah kesiapan mental. Tanpa kesiapan mental, maka tidak akan dapat bertahan terhadap berbagai kesukaran (kesulitan) yang dihadapi selama belajar.
Setiap peserta didik hendaknya mempunyai minat yang besar terhadap semua mata diklat yang diterima di sekolah. Suka atau tidak suka semua mata diklat harus ditempuh. Sikap membenci mata diklat tidak ada manfaatnya, yang terbaik adalah mengambil sikap positif dengan berusaha menyukai semua mata diklat yang diajarkan. Karena suka tidak suka mata diklat tersebut harus ditempuh pada jenjang pendidikan yang mereka ikuti.

II. HAMBATAN BELAJAR
Setiap proses pasti ada hambatannya, termasuk dalam belajar. Hambata muncul dari dalam diri maupun dari luar diri.

A. Hambatan dari dalam diri
Ø  Kesehatan fisik yang kurang baik mengakibatkan tidak dapat berkonsentrasi  (penglihatan kabur pendengaran yang kurang, gagap dll )
Ø  Intelegensi kurang/rendah (kemampuan belajaryang rendah).
Ø  Kebiasaan buruk (malas, suka menunda –nunda )
Ø  Persepsi negatif (perasaan pesimis, rendah diri, tertekan, takut dan cemas).
Ø  Sikap yang negatif terhadap diri, lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Ø  Kelelahan psikologis (kepenatan saraf) sebagai akibat ketegangan emosi (emosi yang tidak stabil)

B. Hambatan dari luar diri
Ø  Keadaan lingkungan yang kurang nyaman dan tenang, misal : gaduh, terlalu panas/dingin, kacau dan kurang tertib.
Ø  Sarana dan prasarana yang kurang memadai seperti : alat peraga, pustaka(buku acuan), kertas, alat tulis dll.
Ø  Meja tulis yang kurang bersih dan penuh dengan barang-barang yang tidak diperlukan.
Ø  Pengaruh teman yang kurang baik.
Ø  Keluarga, guru atau orang lain yang kurang memberi   dorongan.


Menurut Stine persepsi negatif adalah merupakan hambatan yang paling mempengaruhi kecepatan dan kemudahan dalam belajar.
Persepsi negatif yang bisa menghambat suatu proses belajar diantaranya :
1.       Saya bodoh
Pada saat pernyataan ini muncul, dalam diri akan muncul perasaan minder, malas/tidak bersemangat
Solusi : Tanamkan dalam diri, bahwa didunia ini tidak ada orang bodoh, yang ada adalah orang yang malas dan tidak mau berusaha.

2.       Belajar Membosankan
Pada saat muncul pernyataan bahwa belajar membosankan maka didalam diri kita akan muncul perasaan gelisahdan tidak suka à dampaknya susah dalam memfokuskan perhatian memahami apa yang dipelajari.
Solusi : Ubah pernyataan belajar membosankan menjadi à Belajar itu menyenangkan, melibatkan dan sangat menarik (selalu diulang sebelum belajar/latihan)

3.       Saya bukan pelajar yang baik
Keraguan dan perasaan negatif akan menghambat optimalisai potensi diri.
Solusi : Selalu tanamkan dalam pikiran kita  ”Saya seorang pelajar yang hebat, selalu siap
 mempelajari dan melakukan banyak hal yang lebih baik”

4.       Saya tidak dapat memahami subjek ini / tidak dapat belajar
Otak kita memiliki kemampuan untuk mempelajari semua hal. Kita tidak bias memahami sesuatu karena sebelum mencoba belajar/mempelajari sesuatu saluran mental yang berfungsi untuk menerima informasi dalam proses belajar sudah kita sumbat/tutup dengan pernyataan tersebut.
Solusi : sugesti diri kita dengan pernyataan : ”Saya mampu mempelajari / memahami semuanya, baik matematika, bahasa Inggris dan banyak lagi ilmu yang ada di dunia ini”

5.       Saya tidak ingat dengan apa yang saya pelajari
Ketika pernyataan diatas dikeluarkan terus menerus, maka akan terkirim perintah ”penghapusan” mental ke otak, dimana perintah tersebut akan menghapus bersih isi file-file mentalàmudah lupa dengan apa yang dipelajari.
Solusi: Hentikan otak kita dari kalimat-kalimat yang merusak diri, dan gantikan dengan percakapan diri yang memperkuat kesadaran tentang betapa kuat kemampuan belajar kita yang diwariskan sejak lahir. Dengan mengubah pernyataan diatas menjadi ”Saya sudah belajar mengingat banyak hal penting, nama, fakta, tanggal. Saya dapat dan akan mengingat semua yang saya pelajari”






III. MODALITAS BELAJAR
A. Menggunakan Otak dengan Maksimal
1.       Otak Kanan
Otak kanan berhubungan dengan hati (tersembunyi di bawah sadar), bertugas untuk memunculkan kreativitas (creativity), imajinasi (imagination) dan emosi (emotion). Penggunaan dari otak kanan lebih dominan hingga mencapai 80%

2.       Otak Kiri
Untuk otak kiri berhubungan dengan pikiran (terlihat dipermukaan). Tugas otak kiri berkenaan dengan menganalisis (analysis), logika (logic),kalkulasi / berhitung (calculation) dan meneliti (detail). Untuk penggunaannya hanya mencapai 20%

B. Menggunakan Gaya belajar yang tepat
Agar mendapatkan hasil belajar yang optimal, proses belajar mesti kita sesuaikan denga gaya belajar yang sesuai dengan diri kita
Macam-macam gaya belajar :
1.       Gaya Belajar Visual
belajar dengan cara melihat, membayangkan dan memperhatikan secara langsung objek yang dipelajari.
2.       Gaya Belajar Audio
belajar dengan cara mendengarkan dari sumber ajar (diterangkan, radio/kaset, nada, irama, suasana heboh, suasana gaduh dll)
3.       Gaya Belajar Kinesthetic
belajar dengan cara bergerak, merasa, menyentuh, menggengam, menangkap, menekan (dingin, kasar, tebal, tipis dll)   


CARA MENGENALI GAYA BELAJAR

INTRUKSI,
1.       Lingkari nomor-nomor pada pernyataan yang kalian anggap sesuai dengan diri anda !
2.       Saya lebih suka mendengarkan informasi yang ada dikaset daripada membaca buku.
3.       Jika mengerjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dahulu.
4.       Saya lebih suka membaca daripada mendengarkan penjelasan dari guru.
5.       Saat seorang diri, saya biasanya memainkan musik/lagu atau bernyanyi.
6.       Saya lebih suka berolahraga daripada membaca buku
7.       Saya selalu dapat menunjukkan arah utara atau selatan di mana pun saya berada.
8.       Saya suka menulis surat, jurnal atau buku harian.
9.       Saat berbicara, saya suka mengatakan,”saya mendengar anda, itu terdengar bagus, itu bunyinya bagus.
10.   Kamar tidur, ruangan, meja, mobil atau rumah saya biasanya berantakan/tidak teratur.
11.   Saya suka merancang, mengerjakan dan membuat sesuatu dengan kedua tangan saya.
12.   Saya tahu hampir semua kata dari lagu yang saya dengar.
13.   Ketika mendengar oranglain bicara,saya biasanya membuat gambar dari apa yang mereka katakan dalam pikiran saya.
14.   Saya suka olahraga dan rasanya saya adalah olahragawan yang baik.
15.   Mudah sekali bagi saya untuk mengobrol dalam waktu yang lama dengan kawan saya saat berbicara di telepon.
16.   Tanpa musik,hidup sangat membosankan.
17.   Saya sangat senang berkumpul dan biasanya dapat mudah berbicara dengan siapa saja.
18.   Saat melihat obyek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengenali obyek yang sama walupun posisi obyek itu diputar/diubah.
19.   Saya biasanya mengatakan, ”saya rasa, saya perlu menemukan pijakan atas hal ini, atau saya ingin bisa menangani hal ini.
20.   Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali melihat pengalaman itu dalam bentuk gambar di dalam pikiran saya.
21.   Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada diri saya mengenai pengalaman itu.
22.   Saat mengingat suatu pengalaman, saya sering kali ingat bagaimana perasaan saya terhadap pengalaman itu.
23.   Saya lebih suka musik daripada seni lukis.
24.   Saya sering mencoret-coret kertas saat berbicara di telepon atau dalam suatu pertemuan/rapat.
25.   Saya lebih suka melakukan contoh peragaan daripada membuat laporan tertulis atas suatu kejadian.
26.   Saya lebih suka membacakan cerita daripada mendengarkan.
27.   Saya biasanya berbicara dengan perlahan.
28.   Saya lebih suka berbicara daripada menulis.
29.   Tulisan tangan saya biasanya tidak rapi.
30.   Saya biasanya menggunakan jari saya untuk menunjuk kalimat yang saya baca.
31.   Saya dapat dengan cepat melakukan penjumlahan dan perkalian dalam pikiran saya.
32.   Saya suka mengeja dan saya pintar mengeja kata-kata.
33.   Saya akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saat saya sedang nonton TV.
34.   Saya suka mencatat perintah/instruksi yang disampaikan pada saya.
35.   Saya dapat mengingat dengan mudah apa yang orang katakan.
36.   Saya paling mudah belajar sambil mempraktekkan/melakukan.
37.   Sangat sulit bagi saya untuk duduk diam dalam waktu yang lama.

Skoring :
Pindahkan hasil pilihan anda ke grafik gaya belajar dibawah ini

a. Gaya Belajar Visual    
TOTAL:

2      3       6      7       12     17             

19    23     25    30     31     33            

b. Gaya Belajar Auditori               
TOTAL:

1      4       8      11      14     15            

16    20    22    27     32    34              

c. Gaya Belajar Kinestetik            
TOTAL:

5      9      10     13      18    21             

24   26    28     29     35    36              

Interpretasi
Jumlahkan total untuk setiap kategori. Semakin tinggi angka pada ketegori tertentu berarti anda semakin suka menggunakan gaya belajar itu.
Misalnya pada gaya belajar visual,anda melingkari  jawaban no. 2,6,7,12. Maka total skor anda adalah 4 (karena anda memilih 4 nomor). Demikian seterusnya.
Ada  yang perlu diingat, bahwa ada kemungkinan anda menggunakan lebih dari satu gaya belajar. Dan ini tidak menjadi masalah karena anda akan lebih mudah utuk belajar dengan dua atau lebih  gaya belajar (banyak media yang bisa digunakan)

IV. CARA BELAJAR EFEKTIF DAN EFISIEN
Belajar efektif dan efisien dapat tercapai apabila dalam belajar peserta didik menggunakan teknik belajar yang tepat. Kegagalan peserta didik dalam belajar lebih banyak disebabkan karena mereka tidak mengetahui teknik belajar yang efektif dan efisisen.
Beberapa teknik-teknik belajar efektif dan efisien,antara lain:
1.       Membaca doa belajar
2.       Dilakukan secara rutin (sesuai dengan jadwal yang telah dibuat) dan berkesinambungan.
3.       Membaca secara keseluruhan, baru kemudian mempelajari bagian-bagiannya.
4.       Membuat catatan penting (meringkas).
5.       Menarik kesimpulan dan dilakukan (latihan) dengan penuh perhatian.
6.       Pelaksanaan dengan waktu yang efektif, 4 X 2 lebih baik dari pada 2 X 4 (4 kali belajar @ selama 2 jam, lebih baik hasilnya dari 2 kali belajar @ selama 4 jam). Akan sangat baik dilakukan pada 1/3 malam terakhir setelah sholat tahajud.
7.       Mengulangi bahan pelajaran (sering diulang-ulang).

Imam ghozali daalm mempelajari sesuatu pasti di ulang 25 x untuk pertama dan diulag secara berkurang pada hari berikutnya)
1.       Konsentrasi dengan baik (konsentrasi dapat dilatih bukan bawaan/bakat)
2.       Melatih kecepatan membaca sekurang-kurangnya 200 perkataan dalam satu menit. Caranya dengan membaca lompatan mata tanpa mengucapkannya dengan menggerakkan bibir ataupun dalam hati,karena pengucapan itu memperlambat kecepatan.
3.       AMALAN WAJIB

Tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu ditambah sholat tahajud dan dhuha (bagi yang muslim)
Menjaga 5 Maksiat (mata, telinga, mulut, tangan-kaki, dan kemaluan)

TES CARA BELAJAR BELAJAR

Intruksi
Berilah tanda (V) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan kebiasaan belajar kalian!
                                                                 
NO
KEBIASAAN BELAJAR
YA
TIDAK
KET
1
Lebih senang belajar sendiri dari pada belajar bersama-sama.



2
Sebelum mulai belajar terlebih dahulu menentukan bahan-bahan yang akan saya pelajari sehingga waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.



3
Di luar jam sekolah saya belajar satu jam atau lebih.



4
Sambil belajar saya senang mendengarkan radio atau menonton TV.



5
Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat pada waktunya dengan mengerjakan secara teratur dari hari ke hari.



6
Saya menyelesaikan pekerjaan rumah tepat pada waktunya.



7
Saya berusaha untuk benar-benar tertarik pada setiap pelajaran yang saya ikuti.



8
Bagi saya belajar merupakan suatu hal yang bersifat untung-untungan dan tergantung suasana hati pada waktu itu.



9
Saya belajar dengan santai tanpa rencana.



10
Beberapa tugas sekolah tidak menarik, sehingga saya harus memaksakan diri mempelajari dan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.



12
Saya tidak bisa belajar dengan baik karena gelisah,murung atau karena pikiran.



13
Bila duduk untuk belajar saya merasa sangat



14
lelah,jemu atau mengantuk sehingga saya tak dapat belajar dengan baik.



15
Bila saya membaca bahan bacaan yang panjang pada saat-saat tertentu saya berhenti membaca sambil meninjau/mengingat kembali hal-hal pokok yang telah saya baca sebelumnya.



16
Saya merasa sedikit sekali hasil yang saya peroleh dalam belajar dibandingkan dengan waktu yang saya pergunakan.



17
Saya belajar hanya karena ada ulangan.





Cara belajar saya (lingkari a. atau b.)
a) Efektif dan efisien

Langkah selanjutnya :
...................................................................................................................................
................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ...................................................................................................................................

b) Kurang efektif dan kurang efisien
Cara mengatasi :
...................................................................................................................................
................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ................................................................................................................................... ..................................................................................................................................



"YAKINLAH BAHWA TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN MANUSIA BODOH"