JOKO SUTOPO, S.Pd.
I. PENGERTIAN dan PRINSIP
BELAJAR
A. Pengertian Belajar
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang dilakukan secara sengaja
untuk mendapatkan perubahan yang lebih baik, misalnya : dari tidak tahu menjadi
tahu, dari tidak terampil menjadi terampil, dari belum dapat melakukan sesuatu
menjadi dapat melakukan sesuatu dan lain sebagainya.
Perubahan tersebut merupakan
perubahan yang timbul karena adanya pengalaman dan latihan. Jadi belajar
bukanlah suatu hasil, akan tetapi merupakan suatu proses untuk mencapai tujuan
dalam rangka memenuhi kebutuhan menuntut ilmu.
Proses belajar adalah mengalami,
berbuat mereaksi dan melampaui (under
going). Disengaja, bahwa proses belajar timbul karena ada suatu niatan
B. Prinsip Belajar
Landasan utama dalam mencapai
keberhasilan belajar adalah kesiapan mental. Tanpa kesiapan mental, maka tidak
akan dapat bertahan terhadap berbagai kesukaran (kesulitan) yang dihadapi
selama belajar.
Setiap peserta didik hendaknya
mempunyai minat yang besar terhadap semua mata diklat yang diterima di sekolah.
Suka atau tidak suka semua mata diklat harus ditempuh. Sikap membenci mata
diklat tidak ada manfaatnya, yang terbaik adalah mengambil sikap positif dengan
berusaha menyukai semua mata diklat yang diajarkan. Karena suka tidak suka mata
diklat tersebut harus ditempuh pada jenjang pendidikan yang mereka ikuti.
II. HAMBATAN BELAJAR
Setiap proses pasti ada hambatannya, termasuk dalam
belajar. Hambata muncul dari dalam diri maupun dari luar diri.
A. Hambatan dari dalam diri
Ø Kesehatan fisik yang kurang baik
mengakibatkan tidak dapat berkonsentrasi
(penglihatan kabur pendengaran yang kurang, gagap dll )
Ø Intelegensi kurang/rendah (kemampuan
belajaryang rendah).
Ø Kebiasaan buruk (malas, suka menunda
–nunda )
Ø Persepsi negatif (perasaan pesimis,
rendah diri, tertekan, takut dan cemas).
Ø Sikap yang negatif terhadap diri,
lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Ø Kelelahan psikologis (kepenatan saraf)
sebagai akibat ketegangan emosi (emosi yang tidak stabil)
B. Hambatan dari luar diri
Ø
Keadaan lingkungan yang kurang nyaman dan
tenang, misal : gaduh, terlalu panas/dingin, kacau dan kurang tertib.
Ø
Sarana dan prasarana yang kurang memadai seperti
: alat peraga, pustaka(buku acuan), kertas, alat tulis dll.
Ø
Meja tulis yang kurang bersih dan penuh dengan
barang-barang yang tidak diperlukan.
Ø
Pengaruh teman yang kurang baik.
Ø
Keluarga, guru atau orang lain yang kurang
memberi dorongan.
Menurut Stine persepsi negatif adalah merupakan hambatan yang paling
mempengaruhi kecepatan dan kemudahan dalam belajar.
Persepsi negatif yang bisa menghambat suatu proses belajar diantaranya
:
1.
Saya bodoh
Pada
saat pernyataan ini muncul, dalam diri akan muncul perasaan minder, malas/tidak
bersemangat
Solusi : Tanamkan dalam diri, bahwa
didunia ini tidak ada orang bodoh, yang ada adalah orang yang malas dan tidak
mau berusaha.
2.
Belajar Membosankan
Pada
saat muncul pernyataan bahwa belajar membosankan maka didalam diri kita akan
muncul perasaan gelisahdan tidak suka à dampaknya susah dalam memfokuskan
perhatian memahami apa yang dipelajari.
Solusi : Ubah pernyataan belajar
membosankan menjadi à Belajar itu menyenangkan, melibatkan dan sangat menarik
(selalu diulang sebelum belajar/latihan)
3.
Saya bukan pelajar yang baik
Keraguan dan perasaan negatif akan
menghambat optimalisai potensi diri.
Solusi : Selalu tanamkan dalam pikiran kita ”Saya seorang pelajar yang hebat, selalu siap
mempelajari dan melakukan banyak hal yang
lebih baik”
4.
Saya tidak dapat memahami subjek ini / tidak
dapat belajar
Otak
kita memiliki kemampuan untuk mempelajari semua hal. Kita tidak bias memahami
sesuatu karena sebelum mencoba belajar/mempelajari sesuatu saluran mental yang
berfungsi untuk menerima informasi dalam proses belajar sudah kita sumbat/tutup
dengan pernyataan tersebut.
Solusi : sugesti diri kita dengan
pernyataan : ”Saya mampu mempelajari / memahami semuanya, baik matematika,
bahasa Inggris dan banyak lagi ilmu yang ada di dunia ini”
5.
Saya tidak ingat dengan apa yang saya pelajari
Ketika
pernyataan diatas dikeluarkan terus menerus, maka akan terkirim perintah ”penghapusan”
mental ke otak, dimana perintah tersebut akan menghapus bersih isi file-file
mentalà mudah lupa dengan apa yang dipelajari.
Solusi: Hentikan otak kita dari
kalimat-kalimat yang merusak diri, dan gantikan dengan percakapan diri yang
memperkuat kesadaran tentang betapa kuat kemampuan belajar kita yang diwariskan
sejak lahir. Dengan mengubah pernyataan diatas menjadi ”Saya sudah belajar
mengingat banyak hal penting, nama, fakta, tanggal. Saya dapat dan akan
mengingat semua yang saya pelajari”
III. MODALITAS BELAJAR
A. Menggunakan Otak dengan
Maksimal
1.
Otak Kanan
Otak
kanan berhubungan dengan hati (tersembunyi di bawah sadar), bertugas untuk
memunculkan kreativitas (creativity), imajinasi (imagination) dan emosi
(emotion). Penggunaan dari otak kanan lebih dominan hingga mencapai 80%
2.
Otak Kiri
Untuk
otak kiri berhubungan dengan pikiran (terlihat dipermukaan). Tugas otak kiri
berkenaan dengan menganalisis (analysis), logika (logic),kalkulasi / berhitung
(calculation) dan meneliti (detail). Untuk penggunaannya hanya mencapai 20%
B. Menggunakan
Gaya belajar yang tepat
Agar mendapatkan hasil belajar yang optimal, proses belajar
mesti kita sesuaikan denga gaya belajar yang sesuai dengan diri kita
Macam-macam gaya belajar :
1. Gaya
Belajar Visual
belajar
dengan cara melihat, membayangkan dan memperhatikan secara langsung objek yang
dipelajari.
2. Gaya
Belajar Audio
belajar
dengan cara mendengarkan dari sumber ajar (diterangkan, radio/kaset, nada,
irama, suasana heboh, suasana gaduh dll)
3. Gaya
Belajar Kinesthetic
belajar
dengan cara bergerak, merasa, menyentuh, menggengam, menangkap, menekan
(dingin, kasar, tebal, tipis dll)
CARA
MENGENALI GAYA BELAJAR
INTRUKSI,
1. Lingkari
nomor-nomor pada pernyataan yang kalian anggap sesuai dengan diri anda !
2. Saya
lebih suka mendengarkan informasi yang ada dikaset daripada membaca buku.
3. Jika
mengerjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dahulu.
4. Saya
lebih suka membaca daripada mendengarkan penjelasan dari guru.
5. Saat
seorang diri, saya biasanya memainkan musik/lagu atau bernyanyi.
6. Saya
lebih suka berolahraga daripada membaca buku
7. Saya
selalu dapat menunjukkan arah utara atau selatan di mana pun saya berada.
8. Saya
suka menulis surat, jurnal atau buku harian.
9. Saat
berbicara, saya suka mengatakan,”saya mendengar anda, itu terdengar bagus, itu
bunyinya bagus.
10. Kamar
tidur, ruangan, meja, mobil atau rumah saya biasanya berantakan/tidak teratur.
11. Saya
suka merancang, mengerjakan dan membuat sesuatu dengan kedua tangan saya.
12. Saya
tahu hampir semua kata dari lagu yang saya dengar.
13. Ketika
mendengar oranglain bicara,saya biasanya membuat gambar dari apa yang mereka
katakan dalam pikiran saya.
14. Saya
suka olahraga dan rasanya saya adalah olahragawan yang baik.
15. Mudah
sekali bagi saya untuk mengobrol dalam waktu yang lama dengan kawan saya saat
berbicara di telepon.
16. Tanpa
musik,hidup sangat membosankan.
17. Saya
sangat senang berkumpul dan biasanya dapat mudah berbicara dengan siapa saja.
18. Saat
melihat obyek dalam bentuk gambar, saya dapat dengan mudah mengenali obyek yang
sama walupun posisi obyek itu diputar/diubah.
19. Saya
biasanya mengatakan, ”saya rasa, saya perlu menemukan pijakan atas hal ini,
atau saya ingin bisa menangani hal ini.
20. Saat
mengingat suatu pengalaman, saya sering kali melihat pengalaman itu dalam
bentuk gambar di dalam pikiran saya.
21. Saat
mengingat suatu pengalaman, saya sering kali mendengar suara dan berbicara pada
diri saya mengenai pengalaman itu.
22. Saat
mengingat suatu pengalaman, saya sering kali ingat bagaimana perasaan saya
terhadap pengalaman itu.
23. Saya
lebih suka musik daripada seni lukis.
24. Saya
sering mencoret-coret kertas saat berbicara di telepon atau dalam suatu
pertemuan/rapat.
25. Saya
lebih suka melakukan contoh peragaan daripada membuat laporan tertulis atas
suatu kejadian.
26. Saya
lebih suka membacakan cerita daripada mendengarkan.
27. Saya
biasanya berbicara dengan perlahan.
28. Saya
lebih suka berbicara daripada menulis.
29. Tulisan
tangan saya biasanya tidak rapi.
30. Saya
biasanya menggunakan jari saya untuk menunjuk kalimat yang saya baca.
31. Saya
dapat dengan cepat melakukan penjumlahan dan perkalian dalam pikiran saya.
32. Saya
suka mengeja dan saya pintar mengeja kata-kata.
33. Saya
akan sangat terganggu apabila ada orang yang berbicara pada saat saya sedang
nonton TV.
34. Saya
suka mencatat perintah/instruksi yang disampaikan pada saya.
35. Saya
dapat mengingat dengan mudah apa yang orang katakan.
36. Saya
paling mudah belajar sambil mempraktekkan/melakukan.
37. Sangat
sulit bagi saya untuk duduk diam dalam waktu yang lama.
Skoring :
Pindahkan hasil pilihan anda ke grafik gaya belajar dibawah ini
a. Gaya Belajar Visual
TOTAL:
2 3 6
7 12 17
19 23 25
30 31 33
b. Gaya Belajar Auditori
TOTAL:
1 4 8
11 14 15
16 20 22
27 32 34
c. Gaya Belajar Kinestetik
TOTAL:
5 9 10
13 18 21
24 26 28
29 35 36
Interpretasi
Jumlahkan total untuk setiap
kategori. Semakin tinggi angka pada ketegori tertentu berarti anda semakin suka
menggunakan gaya belajar itu.
Misalnya pada gaya belajar
visual,anda melingkari jawaban no.
2,6,7,12. Maka total skor anda adalah 4 (karena anda memilih 4 nomor). Demikian
seterusnya.
Ada yang perlu diingat, bahwa ada kemungkinan anda
menggunakan lebih dari satu gaya belajar. Dan ini tidak menjadi masalah karena
anda akan lebih mudah utuk belajar dengan dua atau lebih gaya belajar (banyak media yang bisa
digunakan)
IV. CARA BELAJAR EFEKTIF DAN
EFISIEN
Belajar efektif dan efisien dapat
tercapai apabila dalam belajar peserta didik menggunakan teknik belajar yang
tepat. Kegagalan peserta didik dalam belajar lebih banyak disebabkan karena
mereka tidak mengetahui teknik belajar yang efektif dan efisisen.
Beberapa teknik-teknik belajar
efektif dan efisien,antara lain:
1. Membaca
doa belajar
2. Dilakukan
secara rutin (sesuai dengan jadwal yang telah dibuat) dan berkesinambungan.
3. Membaca
secara keseluruhan, baru kemudian mempelajari bagian-bagiannya.
4. Membuat
catatan penting (meringkas).
5. Menarik
kesimpulan dan dilakukan (latihan) dengan penuh perhatian.
6. Pelaksanaan
dengan waktu yang efektif, 4 X 2 lebih baik dari pada 2 X 4 (4 kali belajar @
selama 2 jam, lebih baik hasilnya dari 2 kali belajar @ selama 4 jam). Akan
sangat baik dilakukan pada 1/3 malam terakhir setelah sholat tahajud.
7. Mengulangi
bahan pelajaran (sering diulang-ulang).
Imam ghozali daalm mempelajari sesuatu pasti di
ulang 25 x untuk pertama dan diulag secara berkurang pada hari berikutnya)
1. Konsentrasi
dengan baik (konsentrasi dapat dilatih bukan bawaan/bakat)
2. Melatih
kecepatan membaca sekurang-kurangnya 200 perkataan dalam satu menit. Caranya
dengan membaca lompatan mata tanpa mengucapkannya dengan menggerakkan bibir
ataupun dalam hati,karena pengucapan itu memperlambat kecepatan.
3. AMALAN
WAJIB
Tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu ditambah
sholat tahajud dan dhuha (bagi yang muslim)
Menjaga 5 Maksiat (mata, telinga, mulut,
tangan-kaki, dan kemaluan)
TES CARA BELAJAR BELAJAR
Intruksi
Berilah tanda (V) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan
kebiasaan belajar kalian!
|
NO
|
KEBIASAAN
BELAJAR
|
YA
|
TIDAK
|
KET
|
|
1
|
Lebih senang belajar sendiri dari pada belajar
bersama-sama.
|
|
|
|
|
2
|
Sebelum mulai belajar terlebih dahulu menentukan
bahan-bahan yang akan saya pelajari sehingga waktu yang tersedia dapat
dimanfaatkan sebaik-baiknya.
|
|
|
|
|
3
|
Di luar jam sekolah saya belajar satu jam atau
lebih.
|
|
|
|
|
4
|
Sambil belajar saya senang mendengarkan radio
atau menonton TV.
|
|
|
|
|
5
|
Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat pada
waktunya dengan mengerjakan secara teratur dari hari ke hari.
|
|
|
|
|
6
|
Saya menyelesaikan pekerjaan rumah tepat pada
waktunya.
|
|
|
|
|
7
|
Saya berusaha untuk benar-benar tertarik pada
setiap pelajaran yang saya ikuti.
|
|
|
|
|
8
|
Bagi saya belajar merupakan suatu hal yang
bersifat untung-untungan dan tergantung suasana hati pada waktu itu.
|
|
|
|
|
9
|
Saya belajar dengan santai tanpa rencana.
|
|
|
|
|
10
|
Beberapa tugas sekolah tidak menarik, sehingga
saya harus memaksakan diri mempelajari dan menyelesaikan tugas-tugas
tersebut.
|
|
|
|
|
12
|
Saya tidak bisa belajar dengan baik karena
gelisah,murung atau karena pikiran.
|
|
|
|
|
13
|
Bila duduk untuk belajar saya merasa sangat
|
|
|
|
|
14
|
lelah,jemu atau mengantuk sehingga saya tak dapat
belajar dengan baik.
|
|
|
|
|
15
|
Bila saya membaca bahan bacaan yang panjang pada
saat-saat tertentu saya berhenti membaca sambil meninjau/mengingat kembali
hal-hal pokok yang telah saya baca sebelumnya.
|
|
|
|
|
16
|
Saya merasa sedikit sekali hasil yang saya
peroleh dalam belajar dibandingkan dengan waktu yang saya pergunakan.
|
|
|
|
|
17
|
Saya belajar hanya karena ada ulangan.
|
|
|
|
Cara belajar saya (lingkari a. atau b.)
a) Efektif dan efisien
Langkah selanjutnya :
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
b) Kurang efektif dan kurang efisien
Cara mengatasi :
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
...................................................................................................................................
..................................................................................................................................
"YAKINLAH BAHWA TUHAN TIDAK MENCIPTAKAN MANUSIA BODOH"